PENGELOLAAN AIR LIMBAH TAMBANG DENGAN METODE BIOADSORBSI MENGGUNAKAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA

Niza Desiana, Ngatijo Ngatijo, Mohammad Ikrar Lagowa

DOI: https://doi.org/10.30556/jtmb.Vol18.No2.2022.1175

Sari


Air limbah tambang merupakan dampak dari kegiatan penambangan. Salah satu metode pengelolaan air limbah tambang yang belum banyak dikaji adalah bioadsorbsi menggunakan karbon aktif tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bioadsorbsi karbon aktif tempurung kelapa terhadap pH, Fe, Mn dan TSS pada air limbah tambang. Digunakan metode eksperimen dengan 2 variabel, yaitu konsentrasi karbon aktif dan waktu kontak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa karbon aktif tempurung kelapa yang diaktivasi H3PO4 20%, mengandung unsur karbon sebesar 98,20%, air 9,75%, zat menguap 20,52%, abu 10,02% dan karbon terikat 69,46 %. Hasil optimal peningkatan pH didapatkan pada konsentrasi karbon aktif 5 g/L dengan waktu kontak 10 menit yaitu pH 7,01. Penurunan konsentrasi Fe dan Mn yang terbaik diperoleh ketika menggunakan karbon aktif 5 g/L dan waktu kontak 60 menit dan 20 menit sehingga didapatkan konsentrasi Fe 0,3570 mg/L dan Mn 0,0344 mg/L serta penurunan TSS yang optimal menjadi 0,078 mg/L. Karbon aktif tempurung kelapa terbukti mampu meningkatkan pH serta menurunkan konsentrasi Fe, Mn dan kadar TSS sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif pengelolaan air limbah tambang.

Kata Kunci


air limbah tambang, bioadsorbsi, karbon aktif, tempurung kelapa

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Busyairi, M., Firlina, F., Sarwono, E. dan Saryadi, S. (2019) “Pemanfaatan serbuk kayu meranti menjadi karbon aktif untuk penurunan kadar besi (Fe), mangan (Mn) dan kondisi pH pada air asam tambang,” Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan, 11(2), hal. 87–101. doi: 10.20885/jstl.vol11.iss2.art1.

Draper, N. R. (1992) Applied regression analysis. 2nd Ed. New York: John Willey & Sons, Inc.

Heriyani, O. dan Mungisidi, D. (2016) “Pengaruh karbon aktif dan zeolit pada pH hasil filtrasi air banjir,” in Seminar Nasional Teknologi, Kualitas dan Aplikasi. Jakarta: Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, hal. 199–202.

Jamilatun, S. dan Setyawan, M. (2014) “Pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa dan aplikasinya untuk penjernihan asap cair,” SPEKTRUM INDUSTRI, 12(1), hal. 73–86. doi: 10.12928/si.v12i1.1651.

Kementerian Lingkungan Hidup (2003) Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Batu Bara. Jakarta, Indonesia.

Nurlina, Zahara, T. A., Gusrizal dan Kartika, I. D. (2015) “Efektivitas penggunaan tawas dan karbon aktif pada pengolahan limbah cair industri tahu,” in Prosiding SEMIRATA. Pontianak: Universitas Tanjungpura, hal. 690–699.

Rahmawanti, N. dan Dony, N. (2016) “Studi arang aktif tempurung kelapa dalam penjernihan air sumur perumahan baru daerah Sungai Andai,” Alum Jurnal Sains dan Teknologi, 1(2), hal. 84–88.

Salim, N., Rizal, N. S. dan Vihantara, R. (2018) “Komposisi efektif batok kelapa sebagai karbon aktif untuk meningkatkan kualitas airtanah di kawasan perkotaan,” Media Komunikasi Teknik Sipil, 24(1), hal. 87–95. doi: 10.14710/mkts.v24i1.18865.

Suhartana, S. (2007) “Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku arang aktif dan aplikasinya untuk penjernihan air sumur di Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang,” Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 10(3), hal. 67–71. doi: 10.14710/jksa.10.3.67-71.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##