Download
Vol 21 No 3 (2025): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi September 2025
Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara (Jurnal tekMIRA) dapat hadir kembali. Pada Jurnal tekMIRA Edisi September, Vol. 21, No. 3 Tahun 2025 ini tersaji berbagai karya tulis hasil penelitian dan kajian terkini. Topik pertama mengenai identifikasi potensi longsoran lereng di PT Harmak Indonesia. Kegiatan tambang terbuka sangat dipengaruhi oleh kondisi kestabilan lereng selama proses penambangan berlangsung, oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi longsoran yang disebabkan oleh keberadaan bidang diskontinuitas melalui pendekatan analisis kinematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada scanline 1 dan scanline 2 terdapat potensi longsoran baji dalam kondisi stabil karena belum memenuhi kriteria daylighting, sedangkan pada scanline 3 teridentifikasi potensi longsoran bidang yang secara kinematik memenuhi seluruh persyaratan ketidakstabilan. Keberadaan air dan getaran akibat aktivitas penggalian berpotensi bertindak sebagai faktor pemicu yang dapat menurunkan kestabilan lereng. Karya tulis kedua membahas tentang pemodelan prediktif dan optimasi peledakan untuk minimalisasi overbreak dan underbreak akibat kegiatan peledakan di PT Freeport Indonesia. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model regresi multivariat berbasis data operasional dengan simulasi Monte Carlo untuk menghasilkan optimasi parameter peledakan secara probabilistik dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overbreak dipengaruhi secara signifikan oleh variabel Rock Mass Classification (Q-Value), Perimeter Powder Factor (PPF) dan Confinement Factor (C), sedangkan underbreak didominasi oleh Q-Value. Hasil simulasi Monte Carlo menghasilkan nilai rata-rata overbreak dan underbreak berada di bawah batas toleransi perusahaan. Selanjutnya, karya tulis tentang pertambangan rakyat. Secara konstitusional dinyatakan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam ditujukan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, namun pertambangan rakyat masih didominasi oleh praktik informal dan pertambangan tanpa izin (PETI), yang menimbulkan kerugian negara dan kerusakan lingkungan secara luas. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara desain normatif pengaturan pertambangan rakyat dan implementasinya. Pertambangan rakyat hanya dapat mendukung kesejahteraan masyarakat melalui percepatan formalisasi, penguatan kapasitas daerah, integrasi perlindungan lingkungan, dan koordinasi pusat–daerah. Pembahasan tentang penanganan lumpur pada kolam pengendap dengan menerapkan metode geotube merupakan karya tulis berikutnya. Air tambang yang mengandung total suspended solids (TSS) dengan konsentrasi melebihi standar baku mutu lingkungan hidup (BMLH) harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat dilepaskan ke lingkungan. Metode geotube dipilih guna mengurangi penggunaan tawas yang selama ini berdampak pada menurunnya umur kolam pengendap. Berdasarkan hasil pengamatan, metode geotube terbukti efektif, cepat, efisien serta lebih unggul dibandingkan metode konvensional seperti pump and haul walaupun durasi pembuatannya lebih lama dan membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Selain itu, dampak lingkungan yang dihasilkan dari penerapan metode geotube relatif lebih rendah karena risiko kebocoran yang minim dibandingkan dengan metode konvensional yang sering terjadi kebocoran pada mudco. Padatan hasil dari metode geotube juga berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Karya tulis terakhir menyajikan kajian analisis investasi usaha pertambangan batuan di salah satu perusahaan yaitu CV Fajar Papua Mandiri. Usaha pertambangan tersebut merupakan usaha yang padat modal sehingga membutuhkan investasi atas usaha yang dijalankan. Untuk menilai kelayakan usaha yang dijalankan maka dilakukan analisis investasi dengan menghitung beberapa parameter keekonomian yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PbP). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha pertambangan layak untuk dijalankan, sehingga secara ekonomis sumber daya mineral komoditas batuan yang ada dapat dikonversi menjadi cadangan. Demikian sekilas tentang Jurnal tekMIRA edisi September 2025 ini, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada Jurnal ini. Oleh karena itu, kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun. Juga tidak lupa, Redaksi mengucapkan terima kasih kepada para Mitra Bestari yang telah meluangkan waktunya menelaah dan mengedit naskah-naskah agar layak diinformasikan. Akhir kata semoga Jurnal ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Selamat membaca dan terima kasih.











