Vol 16, No 1 (2020)

Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2020

Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara (Jurnal tekMIRA) Vol.16, No.1, edisi bulan Januari 2020 telah hadir kembali untuk menyajikan hasil-hasil pemikiran dan karya peneliti dan perekayasa. Upaya peningkatan kelitbangan yang dilakukan oleh para pejabat fungsional peneliti dan perekayasa secara berkelanjutan, setidaknya sudah membuahkan titik terang, yakni mengembangkan produk tambang yang dihasilkan dan kepedulian terhadap masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan industri pertambangan. Ini merupakan hal-hal penting untuk membuktikan kepada dunia kelitbangan bahwa kualifikasi sumber daya para pejabat fungsional tersebut sudah mulai dapat diperhitungkan, terutama oleh industri-industri penggunanya. Jadi jelas bahwa kolaborasi antara kelitbangan dan industri akan segera dapat terlaksana dengan sendirinya, apabila berbagai permasalahan yang dihadapi oleh industri tersebut dapat dipenuhi oleh dunia kelitbangan yang ada. Hal penting lainnya terkait dengan masalah lingkungan. Dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan industri pertambangan, harus diantisipasi agar sistem pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dapat terlaksana. Lima buah makalah yang tersaji dalam terbitan Jurnal edisi ini memperlihatkan upaya keras para peneliti dan perekayasa untuk membuktikan kemampuan kelitbangan dalam mendukung industri pertambangan agar dapat meningkatkan nilai tambahnya.

Industri alumina umumnya menggunakan proses Bayer untuk mengekstraksi alumina dari bijih bauksit, namun menghasilkan limbah red mud yang sangat besar jumlahnya, sehingga diperlukan teknologi alternatif untuk mengekstraksi bijih bauksit. Topik tulisan pertama menyajikan proses pelindian bijih bauksit asal Tayan Kalimantan Barat dengan asam klorida yang dapat mengekstraksi berbagai jenis mineral bauksit dan tidak menghasilkan red mud. Persen ekstraksi Al dapat mencapai 90,26% dan Fe 98,95% pada kondisi suhu pelindian 100°C, konsentrasi asam klorida 15%, persen padatan 10% dan ukuran partikel -270 mesh. Tulisan kedua menyajikan karakterisasi pasir besi titan (titaniferous iron sand) yang merupakan salah satu sumber penting bijih magnetit (Fe3O4) dan ilmenit (FeTiO3). Karakterisasi ini  sangat diperlukan sebagai acuan dalam menentukan proses metalurgi ekstraktif untuk memisahkan mineral bijih dan non bijih, serta untuk menentukan proses ekstraksi besi dan titanium selanjutnya dari mineral bijihnya. Pasir besi titan dari Yogyakarta telah dicoba dikarakterisasi menggunakan portable x-ray fluorescence (pXRF). Hasil karakterisasi menggunakan algoritma soil  menunjukkan kandungan unsur-unsur Fe (19,71 wt.%), Ca (5,86 wt.%), Ti (2,64 wt.%), K (0,84 wt.%) dan light elements (70,13 wt.%), sedangkan hasil karakterisasi menggunakan algoritma alloy menunjukkan kandungan unsur-unsur Fe (52,5 wt.%), Si (32,7 wt.%), Al (9,1 wt.%) dan Ti (4,74 wt.%). Topik tulisan selanjutnya mengetengahkan pengembangan analisis percontoh di laboratorium terakreditasi yang sangat penting untuk meningkatkan layanannya kepada industri pertambangan. Laboratorium Pengujian Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara telah menyiapkan prosedur rutin untuk analisis mineral industri dengan teknik fluoresensi sinar-X (XRF). Tulisan ini menguraikan perhitungan ketidakpastian hasil pengukuran dengan teknik XRF dalam pengujian mineral sedimen sungai. Nilai ketidakpastian ini dapat digunakan untuk pengujian percontoh mineral oksida lainnya yang mempunyai data konsentrasi oksida hampir sama dan preparasi pembuatan cuplikan sama dengan cuplikan sedimen sungai, seperti untuk percontoh uji mineral, tanah, felspar, granit dan zeolit. Tulisan keempat memaparkan kajian pasar Gasmin batubara produk Putlitbang Tekmira yang dapat menkonversi batubara menjadi gas untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar di berbagai industri kecil dan menengah (IKM). Analisis pengukuran pasar Gasmin batubara di Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan dengan metode analisis deskriptif melalui diskusi kelompok terfokus, wawancara disertai kuesioner, testimoni dan kunjungan ke industri yang sudah menggunakan produk ini. Analisis pengukuran pasar Gasmin ini sangat penting sebagai masukan dalam merumuskan strategi pemasaran Gasmin di DIY. Sementara itu, penambangan batubara secara terbuka telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas tanah secara fisik, kimia dan biologi yang ditandai dengan padatnya tanah, gersang dan tidak bervegetasi. Penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup (cover crop) Desmodium ovalifolium merupakan salah satu langkah penting dalam pemulihan kualitas tanah bekas tambang batubara. Dalam mengoptimalkan pertumbuhan D. ovalifolium pada kondisi tanah yang buruk perlu dilakukan perbaikan lingkungan tumbuh (pH, P-tersedia dan ketersediaan unsur hara tanaman), di antaranya melalui pemberian kapur dolomit dan pupuk fosfat yang merupakan topik terakhir dari Jurnal edisi ini.

Makalah-makalah yang tersaji dalam terbitan jurnal kali ini, diharapkan mampu menjawab beberapa permasalahan komoditas mineral dan batubara serta penanggulangan masalah lingkungan yang dapat diantisipasi sedini mungkin. Hal ini sekaligus dapat dijadikan sebagai wadah bagi para peneliti dan perekayasa untuk mengekspresikan diri dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam rangka mendukung program pemerintah dalam sektor energi dan sumber daya mineral.

Daftar Isi

Cover Depan
 
PDF
Kata Pengantar
 
PDF

Artikel

Rezky Iriansyah Anugrah, Hasudungan Eric Mamby
PDF
1 - 13
Ibrahim Purawiardi, Rustiadi Purawiardi, Florentinus Firdiyono
PDF
15 - 21
Yayah Rohayati
PDF
23 - 37
Gindo Tampubolon, Itang Ahmad Mahbub, Muhammad Ikrar Lagowa
PDF
39 - 45
Triswan Suseno, Ijang Suherman
PDF
47 - 56
Lampiran
 
PDF
Cover Belakang
 
PDF