ANALISIS NERACA SUMBER DAYA PASIR BESI DAN BIJIH NIKEL INDONESIA


Sari


Sampai saat ini data dan informasi sumber daya pasir besi dan nikel Indonesia, serta perkiraan dan analisis keekonomiannya secara periodik belum dimiliki oleh para pemangku kepentingan. Validasi data sumber daya pasir besi dan nikel belum terdokumentasi dengan akurat karena belum ada koordinasi dan sinkronisasi antar instansi terkait yang menangani data sumber daya, khususnya bijih besi dan nikel. sehingga data dan informasi sumber daya mineral pasir besi dan nikel sangat beragam, berbeda-beda antar instansi atau lembaga, perusahaan maupun asosiasi-asosiasi pertambangan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis neraca sumber daya pasir besi dan nikel di Indonesia. Dari hasil analisis diketahui nilai awal sumber daya pasir besi tahun 2015 sebesar 2,12 miliar ton, dieksploitasi sebesar 1,15 juta ton, penemuan hasil eksplorasi baru sebesar 2,33 miliar ton, saldo akhir menjadi 4,45 miliar ton, dengan harga sebesar US$ 65 per ton, diperoleh nilai ekonomis bruto sumber daya pasir besi sebesar US$ 289,83 miliar. Sumber daya nikel, awal tahun 2015 diketahui sebesar 3,71 miliar ton, dieskploitasi sebesar 3,50 juta ton, penemuan baru hasil eksplorasi sebesar 1,94 miliar ton dan saldo akhir sumber daya sebesar 5,65 miliar ton, dengan harga bijih nikel sebesar US$ 29 maka nilai ekonomis sumber daya nikel sebesar US$ 164,08 miliar. Hasil analisis diharapkan dapat memberi manfaat sebagai basis data dalam pengelolaan sumber daya pasir besi dan nikel.


Kata Kunci


nilai ekonomis, neraca sumber daya, pasir besi, bijih nikel, kebijakan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anna, A. N., Priyono, K. D., Suharjo and Priyana, Y. (2016) “Neraca sumber daya air wilayah dan kekritisan air meteorologis daera aliran sungai Bengawan Solo Hulu,” in The 3rd University Research Colloquium 2016. Surakarta: Konsorsium LPPM PTM/PTA, pp. 25–35.

Arief, R., Suhandi and Putra, C. (2011) “Penelitian bahan galian lain dan mineral ikutan pada wilayah pertambangan di Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara,” in Prosiding Hasil Kegiatan Pusat Sumber Daya Geologi Tahun 2011. Bandung: Pusat Sumber Daya Geologi, pp. 1–18.

Artha, E. U., Rahadi, B. and Suharto, B. (2014) “Evaluasi daya dukung lingkungan berbasis neraca air di Kota Batu,” Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 1(3), pp. 49–54.

Badan Standardisasi Nasional (2015) “Petunjuk teknis penyusunan neraca spasial sumber daya alam bagian ke-4, neraca sumber daya dan cadangan mineral dan batubara.” Indonesia: Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan (2015) Publikasi pertambangan dan energi Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarbaru.

Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Maluku Utara (2015) Publikasi pertambangan dan energi Provinsi Maluku Utara. Ternate.

Guswakhid, H. (2013) Kajian optimalisasi dan strategi sumber daya air di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Universitas Diponegoro.

Jacob, A. (2013) “Pengelolaan lahan alternatif untuk konservasi sumber daya air di daerah aliran sungai Batugantung Kota Ambon,” Jurnal Agrogolia Ilmu Budidaya Tanaman, 2(1), pp. 25–35.

Jarwanto (2008) “Neraca sumber daya air Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” JurnalIlmiah Magister Teknik Geologi, 1(1), pp. 10–24.

Jumari, Setiadi, D., Purwanto, Y. and Guhardja, E. (2013) “Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dalam pandangan masyarakat Samin,” in Hadi, S. P., Purwanto, Sunoko, H. R., and Purnawen, H. (eds.) Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan 2013. Semarang: Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Diponogoro, pp. 64–70.

Muliawan, L., Reswati, E. and Munajati, S. L. (2009) “Neraca sumber daya kelautan dan perikanan sebagai landasan kebijakan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan,” Majalah Ilmiah Globe, 11(1), pp. 18–30. doi: 10.24895/MIG.2009.11.

Nurfatriani, F. (2006) “Konsep nilai ekonomi total dan metode penilaian sumber daya hutan,” Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 3(1), pp. 1–16.

Prasadewo, M. L., Rauf, A. and Titisariwati, I. (2016) “Potensi serta neraca sumber daya dan cadangan batu andesit di Kabupaten Kulon Progo D.I. Yogyakarta,” Jurnal Teknologi Pertambangan, 1(2), pp. 93–98.

Pusat Sumber Daya Geologi (2016) Laporan akhir pemutakhiran data dan neraca sumber daya mineral. Bandung.

Putra, A. M., Rahadi, B. and Susanawati, L. D. (2015) “Penentuan daya dukung lingkungan berbasis neraca lahan tahun 2013 di Kota Baru,” Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 2(1), pp. 1–6.

Sallata, M. K. (2015) “Konservasi dan pengelolaan sumber daya air berdasarkan keberadaannya sebagai sumber daya alam,” Info Teknis EBONI, 12(1), pp. 75–86.

Setiawan, eka wahyu, Sutanhaji, A. T. and Suharto, B. (2014) “Identifikasi potensi sumber air permukaan dengan menggunakan DEM (digital elevation model) di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur,” Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 1(2), pp. 41–50.

Soepriadi, Seraphine, N. and Novihapsari, D. M. (2013) “Potensi endapan pasir besi di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung,” Buletin Sumber Daya Geologi, 8(1), pp. 15–25.

Solihin, M. A. and Sudirja, R. (2007) “Pengelolaan sumber daya alam secara terpadu untuk memperkuat perekonomian lokal,” SoilRens, 8(15), pp. 82–93.

Tivianto, T. A., Munajad, R. and Wijanarko, S. R. (2013) “Estimasi aktiva dan pasiva sumber daya air dengan model neraca air dan sistem informasi geospasial berbasis pendekatan fisiografi di Kabupaten Blora,” Jurnal SPATIAL - Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 12(2), pp. 1–4.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##