ANALISIS PERANAN MINERAL DAN BATUBARA BAGI PEREKONOMIAN NASIONAL


Sari


Indonesia memiliki sumber daya mineral dan batubara sangat besar. Potensi mineral dan batubara Indonesia berada di posisi nomor 6 terkaya di dunia. Untuk wilayah Asia, posisi mineral dan batubara Indonesia, nomor 1 dalam deposit tembaga; nomor 2 dalam deposit emas; nomor 3 dalam deposit nikel laterit; nomor 3 dalam produksi batubara; nomor 1 dalam produksi timah.

Sumber daya mineral dan batubara yang besar ternyata belum memberikan manfaat optimal untuk perekonomian nasional; serta tidak menjadi daya tarik investor pertambangan menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi sampai saat ini terus menunjukkan kinerja yang menurun dan stagnan. Daya tarik Indonesia di mata investor menempati peringkat ke 62 dari 68 negara, sementara negara lain meskipun tidak sekaya Indonesia sumber daya mineralnya, beberapa negara justru lebih dikenal maju industri pertambangannya seperti Australia, Brasil, dan Afrika Selatan.

Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan Analisis Peranan Mineral dan Batubara Bagi Perekonomian Nasional, untuk mengetahui berbagai kendala dan hambatan yang selama ini memengaruhi sektor pertambangan, dari sisi pemasokan, kebutuhan, potensi dan sumber daya, kebijakan, investasi dan perekomian.

Hasil analisis antara lain, peran sektor mineral dan batubara masih rendah terhadap perekonomian nasional dan rendahnya tingkat investasi di sektor tersebut. Hasil analisis ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai acuan untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam rangka optimalisasi manfaat mineral dan batubara secara ekonomi, dan memberikan kondisi yang kondusif dalam rangka meningkatkan investasi. Di samping itu, hal ini dapat dijadikan landasan bagi pemerintah, pengusaha, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan dan menciptakan manajemen pengelolaan mineral dan batubara yang tepat dan terarah, agar sektor ini dapat menjadi sumber kemakmuran bangsa dan negara.


Kata Kunci


analisis mineral dan batubara, perekonomian nasional, prospek mineral dan batubara, rekomendasi, kebijakan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim, 2009, UU No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Badan Pusat Statistik, 2010. Statistik Indonesia, Jakarta. Badan Pusat Statistik, 2010. Statistik Ekspor Indonesia,

Jakarta.

Badan Pusat Statistik, 2010. Pendapatan Nasional In- donesia, 2006-2009, Jakarta.

Badan Pusat Statistik, 2009. Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), Jakarta.

Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2010. Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penananaman Modal Asing, Jakarta.

Bank Indonesia, 2010. Laporan Perekonomian Indo- nesia, Jakarta.

Bank Indonesia, 2010. Laporan Kebijakan Moneter, Jakarta.

Bank Indonesia, 2010. Anual Report, report For Fi- nancial Year 2009/2010, Jakarta.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara, 2010. Statistik Mineral dan Batubara Indonesia, Jakarta.

Direktorat Jenderal Mineral Batubara dan Panasbumi, 2009, Mineral, Coal, Geothermal, and Ground- water Statistics. Jakarta.

Frasser Institute, 2009. Prospek, Potensi Mineral Indo- nesia, Jakarta.

Haryadi, H., Sudradjat, A., Miswanto, A., Mulyani, E., dan Supriatna, E., 2009. Updating Data Mineral dan Batubara, Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara, Bandung.

International Monetary Fund, 2009. Studi Komparatif Daya Saing Dunia.

Pusat Sumber Daya Geologi, 2009. Sumber Daya Mi- neral dan Batubara di Indonesia, Bandung.

PriceWaterhouse Cooper, 2009. Pengeluaran Investasi Pada Perusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara, Jakarta.

Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mi- neral, 2009. Statistik Ekonomi Mineral Indonesia, Jakarta.

Survey of Mining Companies, 2008. Tingkat Kompetensi Negara-negara Produsen Tambang Dunia, Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##